Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Lumayan lama saya fakum dari menulis, bukan karena jenuh atau bosan, tapi Qadarullah ada sesuatu hal di perjalanan hidup saya di tahun 2024 kemarin. Sesuatu hal yang membuat saya down, sad dan terpuruk habis, tapi sesuatu hal itu juga yang membangkitkan keimanan saya. Ya, tahun 2024 adalah tahun kesedihan dan air mata sekaligus juga merupakan tahun penuh hikmah dan pelajaran yang berarti bagi saya. Di tahun itulah saya semakin mengenal Allah. Detil kisah ini ga akan saya ceritakan sekarang, InsyaAllah nanti akan saya tulis.

Baiklah ya, pada kesempatan ini saya akan menulis berkaitan dengan Ramadhan.

Masih berada di bulan Ramadhan kita kan? Gimana puasa dan tarawehnya Sob? Semoga lancar ya? Waktu memang semakin cepat berlalu, ga terasa Ramadhan akan segera berlalu (sedih), beberapa hari lagi kita sambut Idul Fitri.

♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡

Setiap menyambut Ramadhan, jujur saya merasa gembira, tapi jujur juga saya merasakan ketidaknyamanan. Kok ga nyaman? Sebelumnya, saya mohon ampun kepada Allah, jujur, jika saya berpuasa (kecuali puasa Senin-Kamis) pasti yang saya rasakan badan saya selalu lemas, lemasnya luar biasa, plus ini penyakit asam lambung (gerd), selalu kambuh-kambuhan. Saya mengalami dehidrasi, dan sakit asam lambung. Kalau sudah begini, berantakan khusyuknya ibadah saya, sholat lima waktu pun jadi asal-asalan, apalagi Taraweh, yang ini sering bolong, itu pun Taraweh di rumah.

Ibadah saya berantakan, kondisi badan drop abis kalau sudah berpuasa di bulan Ramadhan. Kalau sudah begini muncullah keinginan yang ga boleh diyakini, yaitu: "Kapankan Ramadhan berakhir?"

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya bersileweran poster-poster dakwah di medsos yang menjengkelkan bagi saya:

AYO GAS TERUS, JANGAN KASIH KENDOR, JANGAN LOYO, JANGAN PEMALAS..!!!

Ini orang berdakwah kok ga ada hikmah-hikmahnya, lihat kondisi orang kek, kondisi orang itu kan beda-beda. Orang sudah setengah mati kecapekan, hampir sakit, dia malah teriak ga terus..!!! Mereka-mereka ini yang seolah membuat amalan-amalan sunnah Ramadhan seperti Taraweh berjamaah, iktikaf di masjid 10 hari Ramadhan jadi wajib hukumnya.

Disaat seperti ini saya selalu menghitung hari, kapankah Ramadhan usai? Dan disaat Ramadhan usai (malam takbiran), malah saya menangis.

Itu dulu beberapa tahun yang lalu. Alhamdulillah Ramadhan tahun ini dan tahun semalam, tidak saya rasakan ketidaknyaman tersebut. Lebih terasa adem dan khusyuknya memang Ramadhan tahun ini. Lemasnya memang ada, tapi entah kenapa tubuh saya bisa digerakkan untuk khusyuk beribadah. Cuaca panas sekalipun tidak membuat saya segan untuk berjamaah ke masjid, begitu juga dengan Taraweh dan sholat malam, rasanya lebih semangat. Walau pun terasa letih tapi seperti ada kekuatan yang menguatkan tubuh ini. Dan hampir tidak saya rasakan lagi penyakit asam lambung yang biasa kambuh disaat Ramadhan. Dan kali ini saya ga pernah menghitung hari, kapan Ramadhan usai. Tahu-tahu Ramadhan sudah ada di penghujung bulan.

Dan yang paling saya syukuri, saya sudah mengkhatamkan bacaan Quran saya di minggu ketiga Ramadhan. Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tatimmush shalihat, Allah memberikan kekuatan untuk saya dalam menjalani Ramadhan tahun ini.

Ya, Ramadhan tahun ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kalau tahun-tahun sebelumnya ancur-ancuran, kali ini lebih dapat khusyuknya, lebih disiplin ibadahnya. Namun tahun ini sekaligus merupakan Ramadhan yang menyedihkan buat saya. Perasaan sedih yang belum pernah saya alami sepanjang hidup saya.

Semoga Ramadhan tahun ini menjadikan pribadi saya, akhlak saya, ibadah saya lebih baik dari sebelumnya. Aamiin..

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriyah ya Sob...

Post a Comment