Stop Sebut Medan "Gotham City" atau "Prindavan", Kalian Bedakan Dulu Kumuh dan Jorok!

Medan Bukan Prindavan
Medan : Gotham City
Medan : Prindavan
Medan : Rayap Besi
Medan : Begal
Bla..bla..


Begitulah ketikan netizen asal luar Medan yang belum pernah menginjakkan kakinya di Tanah Deli ini. Modal cuma info medsos, tapi uda merasa tahu luar dalamnya kota Medan.

"Sini ku tokok kepala kau tu?"

Yang ngeselin itu, kalau ada yang komen Medan itu Prindavan. Sok tahu kali ni orang! Hanya berbekal satu potongan video dari sudut daerah tertentu, dibilanglah Prindavan. Padahal tingkat kekumuhan Prindavan dan sebagian daerah Medan itu beda jauh Boss!! Anda lihat Prindavan luar biasa kumuh dan (maaf ya) kejorokannya itu luar biasa, sampai makanannya pun, orang merasa jijik.

Jangan lupa, Medan itu Tanah Melayu, mayoritas Muslim, disana ada orang Melayu, Minang, Karo, Jawa dan etnis lainnya yang kulturnya sudah beda dengan India. Jadi tidak apple to apple (ga nyambung) kalian samakan Medan dengan Prindavan. Medan itu disebagian titik memang kumuh tapi bukan jorok / kotor seperti yang kau kira. Bedakan mana jorok mana kumuh?

Maaf, saya ga bermaksud ngejelek-jelekin negeri orang, terpaksa saya kasih tahu perbandingan ini kepada netizen yang "maha" sotoy ini.

Yang anda lihat kekumuhan di Medan itu hanya sebagian tempat, anda belum lihat kawasan elit atau tempat yang bersih, aman dan adem lainnya, banyak..!!!

Makanya datang ke Medan, kau tengok, kau jelajahi tiap sudut di kota Medan ini. Bahkan sungainya saja masih mendingan dibanding (maaf ya) sungai-sungai di Jakarta yang luar biasa joroknya (sampah menumpuk) hingga air tak mengalir. Sungai-sungai di Medan memang airnya tidak jernih seperti di Sembahe atau di Sibolangit, tapi air Sungai di kota Medan ini tetap mengalir dan tidak tertahan oleh tumpukan sampah.

Saya ingat dulu saat berkunjung ke Jakarta dan menginap di rumah sepupu. Saat saya berada di lantai 2 rumahnya, yang tampak di sekeliling adalah hamparan atap-atap rumah yang tak jelas mana batas antara rumah yang satu dengan yang lain. Saking banyaknya rumah orang, atap-atap itu seperti menyambung satu sama lain secara tak beraturan. Luar biasa kumuhnya, ini masih di kawasan kota ya?

Beda jauh dengan Medan, rumah-rumah di Medan terutama di gang-gang, jika anda lihat dari atas, atap-atap rumah itu akan nampak batas-batasnya, teratur. Jadi kita bisa menghitung ada berapa rumah dari atas hanya dengan menghitung atap-atapnya.

Saya memang tak mengingkari kalau tingkat kriminal di Medan ini lumayan tinggi. Maling, narkoba, rayap besi, begal. Tapi bukan berarti ini terjadi di semua orang, semua tempat dan waktu. Ada beberapa kawasan yang aman dari begal dan kriminal, bahkan kalau kita jelajahi saat malam hari bahkan dini hari sekalipun. Dan ga semua orang Medan itu rayap besi.

Anda faham kalimat: RELATIF kan? Nah itulah Medan, Relatif Aman.

Artinya tidak semua kawasan di Medan ini darurat kriminal. Ya sama lah dengan daerah lain di pula Jawa atau daerah mana pun di Indonesia ini, iya kan? Jadi, orang masih aman hidup di Medan ini, asal tahu jam-jam rawan dan lokasi yang dihindari.

Masih banyak warga Medan ini yang baik, yang taat. Tak semua brengsek. Kalian cam kan itu, bak tahu kelen dulu, jangan asal kau fitnah tanah kelahiranku ini. Faham kau..??

Buka mata, luaskan pandangan, dan maen ke sini biar kalian tengok sendiri realitasnya. Jangan cuma komen modal medsos.

Kalau masih tinggal di Indonesia, ga usah lah menjelek-jelekkan daerah orang. Semua udah tahu kalau ada kejadian demo besar di daerah mana pun, semuanya menjarah, semuanya anarkis. Bencana pun rata melanda, sama-sama bobrok ga usah sok!

Jadi, buat kalian netizen yang cuma modal nonton video potong-potongan di kasur lalu sok tahu menghakimi kota orang: berhentilah menjadi "Orang Latah"

Medan tidak seburuk ketikan jempol kalian yang kurang piknik itu. Kota ini punya dinamika, punya keunikan tata ruangnya sendiri, punya rumah di gang tapi ga audzubillah kumuhnya, punya sungai yang arusnya tetap mengalir, dan yang paling penting, punya jutaan warga yang ramah, taat, dan hidup dengan tenang berdampingan walau berbeda suku dan agama. Kriminalitas itu ada di kota mana saja, bukan cuma monopoli Medan. Selama kalian tahu cara membawa diri, Medan adalah tempat yang hangat untuk ditinggali.

Difan

Menulis itu bukan karena kita tahu banyak, tapi karena banyak hal yang ingin kita tahu

Post a Comment

Previous Post Next Post