
(Sumber gambar: republika.co.id)
Saya merasa lega setelah ketua pimpinan ranting organisasi Muhammadiyah didaerah saya mengumumkan di WA grup tentang edaran dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bahwa mereka meniadakan shalat Ied di lapangan/Masjid guna membantu pemutusan rantai penularan Covid-19. Setelah sebelum-sebelumnya mereka membandel tidak ikut arahan pimpinan dan ulama dengan tetap mengadakan shalat Jumat dan shalat Tarawih di Masjid. Leganya saya bukan diartikan saya senang orang-orang meninggalkan Masjid, bukan itu?
Emang saya memusuhi agama saya apa?
Saya juga jamaah Masjid!
Leganya saya karena Muhammadiyah cabang daerah saya mau berbesar hati untuk taat kepada fatwa ulama dan pimpinan organisasi.
Tapi rupanya ini tidaklah seperti sangkaan saya?
Karena beberapa hari kemudian sang ketua malah mengajak warga Muhammadiyahnya menghadiri shalat berjamaah di lapangan/masjid.
Tidak ada anggota yang bertanya atau membantahnya kecuali saya.
Setelah saya tanya, alasanya dia bilang, ini buat yang mau shalat di lapangan saja, yang ga mau silakan di rumah.
Kontan sebagai jamaah organisasi saya merasa emosi dan kecewa..
Buat apa dia share edaran larangan dari PP kalau ternyata dia langgar juga. Sama saja artinya ini melecehkan putusan dari Pimpinan Pusat. Memang kita tidak taqlid buta kepada pimpinan, tapi jika ada kebaikan dan kebenaran didalamnya sudah seharusnya kita dukung!
Heran saya, sebegini maniaknya kah beribadah, walau bencana pandemi datang pun tak bergeming.
Tidakkah kalian mengenal kata RUKSHAH???
Tidakkah kalian tahu apa itu namanya KERINGANAN dalam ibadah karena situasi darurat...????
Jika kalian tak mau taat kepada pemerintah, okelah, tapi kepada ulama dan pimpinan pusat seharusnya kalian hargai dan kalian pandang..????
Lebih dongkol lagi saat mendengar alasan mereka tak mau patuh kepada PP katanya takut kehilangan jamaah.
Saat membayar zakat kami sempat berbincang dengan pengurus Masjid Muhammadiyah diisana. Adik saya menanyakan kenapa ranting disini tidak mau taat sama arahan Pusat? Dia bilang sebemarnya kami mau taat, tapi jika kami tidak gelar shalat berjamaah, takut jamaah kita berpaling ke organisasi lain. Begitu katanya.
Ya Allah, gara-gara itu kalian bersikeukeuh untuk tetap shalat di Masjid saat wabah begini? Bukannya mementingkan keselamatan orang banyak malah mementingkan pamor organisasi.
Emosi saya memuncak disini.
Buat apa kalian bentuk organisasi ini, apa gunanya? Ketahuan kalau niat kalian membentuk organisasi ini bukan karena Islam semata, tapi untuk kepentingan kelompok!
Kalau kalian berorganisasi karena Islam, seharusnya kalian berupaya membantu keselamatan orang banyak dengan tidak mengadakan kerumunan di lapangan! Kalau kalian mengaku pengikut Sunnah seharusnya kalian dengar arahan Ulama dan Pimpinan kalian dalam hal kebaikan...!!!!!
Terbukti kalian berorganisasi karena untuk kepentingan kalian saja...!!!!!!
Sebagai warga Muhammadiyah yang berwawasan dam berilmu harusnya kalian lah yang menjadi contoh bagi orang awam untuk bersikap bijaksana dan berbuat kemaslahatan untuk ummat. Kalian orang-orang agamis harusnya menjadi garda terdepan membantu penanganan pandemi wabah ini, bukan malah ikut-ikutan jadi kepala batu dengan membuat ummat terpecah belah.
Kenapa sih kalian tidak bisa kompak seperti jamaah Salafi yang taat dan patuh kepada Ulama?
Kalau mau dituruti hati, ingin saya keluar saja dari organisasi tempat saya bernaung ini. Tapi saya sadar ini bukan kesalahan Muhammadiyah tapi kesalahan sebagian pengikut-pengikutnya yang ber"KEPALA BATU..!!!
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah
Taqabbalallahu Minna Waminkum
Post a Comment