(pict by www.hai.grid.id)
VOB (Voice of Baceprot) yang artinya suara bising. VOB adalah grup trio akhwat metal asal Garut (Jawa Barat). Dunia dihebohkan oleh aksi trio akhwat jilbab lulusan sekolah agama ini. Video mereka yang meng-cover lagu Guerella dari Rage Against The Machine dan Enter Sandman dari Metallica telah membuat decak kagum musisi-musisi metal dunia. Sejumlah musisi papan atas serta media-media internasional pun memberi respon dan dukungan. Dan VOB pun makin melambung di seantero dunia.
VOB dianggap unik dan eksotis, karena personilnya adalah gadis-gadis belia dan berhijab pula. Bayangkan gadis-gadis belia yang dididik oleh sekolah agama, memakai atribut Islam (jilbab), tapi berani berekspresi melawan arus: ngeband dengan genre Metal. Tak banyak yang kayak gini, bahkan VOB satu²nya band wanita berjilbab yang sudah go internasional.
Dunia (Eropa dan Amerika) menganggap VOB berhasil mematahkan stigma global mengenai batasan perempuan dalam bermusik, terutama dalam genre metal, sekaligus membuktikan bahwa hijab bukan penghalang untuk berekspresi secara garang.
Bahkan di tanah air sendiri, dukungan melimpah, terlepas dari yang kontra, tapi yang ngedukung itu lebih buaaanyak.
Dunia melihat VOB sebagai simbol perlawanan terhadap stereotip, dan sekaligus sebagai bukti bahwa perempuan dari latar belakang konservatif pun bisa memiliki suara yang lantang. Isu kesetaraan gender pun menguat disini.
Seakan memberikan tamparan bagi pemeluk Islam yang "ortodok". See, jilbab bukan penghalang bagi kaum Hawa untuk berekspresi dan berkreasi. Dengan bermetal ria, jilbab tetap membalut aurat, bukti apa lagi yang kau inginkan?
Pandangan Islam
Sebelum saya membahas dalam hukum agama, saya akan tunjukan satu perbandingan:Ada seorang putri raja yang cantik dan anggun dari kerajaan besar yang terpandang, suatu ketika sang putri tiba-tiba tampil di publik dengan berjingkrak-jingkrak dan bernyanyi dengan suara keras. Sang putri tetap memakai mahkota diatas kepalanya, busananya memakai kaus dan celana panjang. Kira-kira pantas ga?
Coba anda bayangkan, pantas ga seorang putri mahkota kerajaan berbuat seperti itu?
Pasti anda katakan tidak, bukan?
Harusnya sang putri diam dalam istananya untuk menjaga marwah diri dan nama baik kerajaannya. Jika sang putri tampil di publik, tentu ia memakai pakaian kebesarannya yang menjaga etika dan adab. Tak pantas putri kerajaan pecicilan kesana kemari, berjoget, jingkrak-jingkrak di depan publik.
Apatah lagi seorang Muslimah dengan pakaian kebesarannya (syar'i), lebih tak pantas lagi. Anda bayangkan saja wanita yang memakai jilbab lantas menyandang gitar, membetot bas dan menggebuk drum, bermusik metal pula. Etis tidak..???
Ini bukan sekedar pro dan kontra, bukan sekedar polemik, bukan sekedar balas berbalas, tapi ini adalah APA KATA AGAMA KITA (ISLAM).
Katakanlah kepada para perempuan yang beriman hendaklah mereka menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (bagian tubuhnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. Hendaklah pula mereka tidak menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, saudara-saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara perempuan mereka, para perempuan (sesama muslim), hamba sahaya yang mereka miliki, para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Hendaklah pula mereka tidak mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.Sudah jelas kan bagaimana harusnya prilaku seorang Muslimah itu? Seorang Muslimah sejati itu mempunyai sifat pemalu (al-haya'), sangat pemalu, dia tidak akan tampil di depan umum menunjukkan kecantikannya, pesonanya, apalagi ngeband musik metal tampil di pentas? Subhanallah..
Mungkin anda penganut hukum musik mubah, oke, taruhlah seperti itu. Menurut anda: musik itu mubah jika ia baik, tidak melanggar syariat.
Coba anda lihat, musik metal itu pantas tidak untuk seorang wanita berjibab? Memainkan gitar distorsi, mencabik bas, menggebuk drum dengan kecepatan dan bernyanyi dengan syair pemberontakan, pantas ga untuk Muslimah?
Jangan kan untuk Muslimah atau untuk wanita, untuk didengarkan saja oleh orang kebanyakan pun rasanya aneh, ini musik gila ya? Musik kok ga genah gini.
Wanita berjibab bermusik, metal pula, rasanya seperti kehilangan fitrahnya. Kalau wanita tersebut membawakan musik Islami yang adem seperti Sabyan, mungkin ya, baru boleh anda bilang mubah. Walau pun ini tetap juga tidak boleh.
Ini sudah melanggar Syariat namanya: dari segi hukum musiknya, dari segi akhlak Muslimahnya. Anda simak saja ayat yang saya quoted diatas.
Fitrah wanita berjilbab itu pemalu, lebih banyak diam di rumah, tidak pecicilan, kalau pun keluar rumah didampingi mahramnya dan berbusana menutup aurat, tidak mengekspos dirinya dirinya di depan publik.
Dalam hal ini harusnya tidak ada pro dan kontra, tidak ada perdebatan, kalau kita mau jujur dalam berislam.
Kenapa ada perdebatan?
Karena di hati kita masih belum ikhlas beragama, belum kaffah berislam, ini kalau mau jujur ya? Tanya dalam hati nuranimu yang paling dalam. Sami'na wa atho'na!
Orang banyak melihat fenomena (VOB) ini sebuah keistimewaan, kemajuan, sebuah potensi, sebuah prestasi, padahal hakikatnya adalah kemunduran, degradasi iman.
Akhirul Artikel
Jika dunia melihat mereka sebagai simbol kebebasan, maka bagi mereka yang berpijak pada nilai-nilai adab dan iffah, fenomena ini menjadi pengingat untuk kembali merenungkan fitrah. Bahwa hijab bukan sekadar pelindung fisik, melainkan sebuah komitmen perilaku yang menuntut ketenangan di atas kebisingan, dan rasa malu di atas sorotan lampu panggung.Menilai VOB bukan tentang membenci sebuah prestasi, melainkan tentang keberanian untuk jujur pada nurani: Apakah kita sedang melangkah maju menuju pengakuan dunia, atau justru sedang melangkah mundur meninggalkan tuntunan agama? Sebab, kemuliaan seorang Muslimah tidak diukur dari seberapa keras ia mampu berteriak, beraksi di depan massa, melainkan dari seberapa teguh ia menjaga kehormatannya dalam sunyi dan ketaatan.

Post a Comment